Perlu dipahami, bahwa kebanyakan mufasir zaman imam Suyuti dan ulama lain di zamanya, mereka menulis tafsir hanya untuk menjelaskan ayat per ayat saja bukan bertujuan untuk menjawab problematika sosial tertentu. Karena biasanya problematika itu dijawab langsung oleh mufasir dalam kitab khusus atau bertemu langsung dengan objek dakwah agar lebih objektif dalam memberikan jawaban. Implementasi mufasir seperti ini tidak bisa dibandingkan dengan mufasir modern yang bertujuan dalam pemafsirannya untuk menjawab problematika sosial seperti tafsir mendalam dan tematik yang ditulis oleh syaikh ali shabuni dan lainnya.
Perkataan bahwa tafsir klasik itu parsial dan tidak mendalam seperti tafsir tafsir sekarang seperti tafsir ayat ahkam, dan yang ditulis dalam bentuk jurnal, menurut saya perkataan itu kurang sopan pada pendahulu dan terkesan meremehkan. Justru tafsir yang ditulis oleh imam suyuti itu menuntut pembaca untuk mempelajari quran dan tafsirnya secara utuh tidak hanya asal comot ayat satu dan ayat yang lainnya.
Perlu disadari, kita hidup di zaman sekarang tidak bisa menfasirkan secara mendalam keculai dibantu oleh hasil tafsiran per ayat secara ringkas yang dipersembahkan oleh ulama salaf. Mengakui kontribusi mereka sebelum menilai negatif pendahulu itu lebih memberikan makna pada diri agar bisa melanjutkan dan melengkapi kajian quran sesuai zamanya dan kebutuhan masyarakatnya.
Karena masyarakat sekarang malas untuk mempelajari tafsir secara menyeluruh, karena dibiasakan oleh para pengajarnya untuk cepat-cepat, pakai metode cepat dan dituntut oleh target semester walau belum sempat menyesaikan amanat ilmiah sesuai tuntunan syariat yakni perlahan-lahan (tasabbut), akhirnya mufasir modern menyajikan tafsirnya dengan menjelaskan ayat plus didalami dengan metode serta kesimpulan dalam menjawab problematika yang ada.
Inilah gambaran perkembangan kebutuhan tafsir di tengah-tengah masyarakat. Dan sekali lagi kita ingat bahwa tafsir itu berkembang sesuai kebutuhan bukan mengada-ada atau mencoba-coba agar dikenal pembaharu atau banyak yang terharu. Terima kasih…
